Uni Eropa Belum Cabut
Larangan Terbang ke Indonesia
Jakarta -
Larangan penerbangan Uni Eropa terhadap maskapai Indonesia belum
dicabut. Uni Eropa akan mengambil keputusan setelah menggelar pertemuan
dengan seluruh anggota persatuan negara Eropa yang berjumlah 27 negara.
Hal
tersebut diungkapkan Ketua Delegasi Indonesia yang juga Ketua EKKT
Chappy Hakim di Emerld Lounge terminal II Bandara Soekarno-Hatta,
Cengkareng, Jumat (31/8/2007).
"Mereka menghargai komitmen
pemerintah terkait dengan rencana aksi yang tercantum dalam national
safety road map," kata Chappy yang baru saja tiba di Indonesia usai
bertemu delegasi Uni Eropa di Belgia
Dalam pertemuan itu, lanjut
Chappy delegasi Indonesia menyerahkan data-data yang diperlukan Uni
Eropa terutama yang berkaitan dengan perbaikan keselamatan penerbangan.
Namun Uni Eropa belum bisa memutuskan untuk mencabut larangan
penerbangannya.
"Komisi Eropa menerima dan merespons data-data
yang kita berikan namun mereka harus mengkonsultasikan dahulu kepada 27
negara anggota Uni Eropa," tegas Chappy.
Dalam pertemuan yang
berlangsung pada 29 Agustus di Brussels, Belgia, ikut hadir sebagai
perwakilan delegasi Indonesia antara lain yakni Dirjen Perhubungan
Udara Budhi Mulyawan Suyitno, Direktur Sertifikasi Kelaikan Udara
Yurlis Hasibuan, Direktur Garuda Emirsyah Satar, dan Managing Director
Premi Air Ari D Singgih.
Sedang wakil dari pihak Eropa yakni
Ketua Delegasi Eropa Daniel KYH Crespo yang juga menjabat Ketua Komite
Keselamatan Penerbangan Uni Eropa. Dan 5 wakil negara Eropa yakni
Belanda, Italia, Jerman, Perancis, dan Spanyol dengan total 20 orang
delegasi.
Chappy menambahkan Uni Eropa menawarkan kerjasama
teknis pada Indonesia untuk memperbaiki tindak lanjut dari pertemuan
ini dan akan dilakukan pada sidang umum ICAO (International Civil Aviation Organization) yang berlangsung pada pertengahan September 2007 di Montreal, Kanada.
Sementara
itu Dirjen Perhubungan Udara Budhi Mulyawan menyatakan bahwa sidang
ICAO adalah momentum tepat untuk melakukan lobi, karena seluruh anggota
Uni Eropa akan berkumpul.
"Nanti akan kita jadwalkan pertemuan di luar sidang umum ICAO," tegas Budhi.
Selain melobi secara lembaga, delegasi Indonesia akan memfokuskan lobi-lobi kepada masing-masing anggota negara Uni Eropa.
"Karena
kalau kita bisa tatap muka satu persatu itu lebih bagus, mereka akan
lebih bisa memperoleh informasi dan gambaran yang jelas mengenai
gambaran penerbangan di Indonesia," tambah Budhi.
Lobi-lobi
dimaksudkan pula untuk menggalang dukungan agar Indonesia bisa masuk
dalam Dewan Kehormatan ICAO. "Sudah ada 80 negara, kurang 20 negara
lagi. Mudah-mudahan Eropa bisa,"
Saat ini Dephub pun tengah mempersiapkan 1-2 orang yang memiliki keahlian tekhnia untul dikirim ke Montreal.
Sumber : CBN Portal
|