Mendekati Musim Liburan,
Harga Tiket Pesawat Naik
Yogyakarta,
Kompas - Mendekati musim liburan yang akan jatuh pada bulan Juni
mendatang, harga tiket pesawat mulai merambah naik karena tingginya
permintaan. Hal ini disambut gembira para operator penerbangan karena
keuntungan yang diperoleh bisa kembali maksimal. Distrik
Manager AdamAir Yogyakarta Ambar Prakoso, Selasa (1/5), mengatakan
harga tiket selama low season kemarin hanya laku terjual pada kisaran
Rp 200.000, tetapi mulai awal Mei ini sudah merambah naik ke harga Rp
240.000-Rp 290.000 untuk rute Yogya-Jakarta. "Musim
liburan menjadi kesempatan bagi maskapai untuk mendongkrak keuntungan
karena load factor-nya bisa mencapai 100 persen. Kalau volume penumpang
masih tetap tinggi, maka frekuensi penerbangan juga bisa ditambah,"
kata Ambar. Menurut
Ambar, maksimalisasi keuntungan selama peak season bisa menyubsidi
kerugian selama low season, di mana jumlah penumpangnya mengalami
penurunan sekitar 40 persen. Frekuensi penerbangan yang biasanya
berkisar 4-5 kali dalam sehari untuk tujuan Jakarta juga turun menjadi
tiga kali sehari. "Selain
tidak bertepatan dengan musim liburan, masa low season juga diperparah
dengan buruknya kondisi cuaca, sehingga sebagian besar masyarakat
memilih menunda bepergian," tutur Ambar. Untuk
menyambut peak season nanti, AdamAir akan mengoperasikan kembali rute
Yogya-Denpasar yang sudah ditutup sekian lama. Selain faktor permintaan
pasar yang cukup tinggi, pengoperasian rute tersebut juga bertujuan
untuk mempermudah kalangan wisatawan untuk mencapai tempat-tempat
tujuan wisata selama musim liburan. Di
tempat terpisah, Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata DIY Mahiddin A
Desky mengatakan kenaikan harga tiket pesawat selama peak season selain
menguntungkan pihak maskapai juga menguntungkan pemilik usaha penjualan
tiket karena keuntungan mereka berasal dari persentase harga jual
tiket. "Marjin
keuntungan maksimal berkisar lima persen dari harga tiket. Semakin
mahal harga tiketnya, maka marjin yang diperoleh juga bertambah banyak.
Ada sekitar 60 anggota Asita yang menjual tiket pesawat," katanya. Menurut
Desky, musim liburan juga memberikan keuntungan tersendiri bagi
pengusaha travel karena banyak paket-paket wisata yang terjual. (ENY)
Sumber : Kompas
|