news-sewamobil-permintaan-sewa-mobil-naik

Sewa Mobil News

Permintaan Sewa Mobil Rental Naik Bisnis Jasa Transportasi Pos ke Pos Diminati

Bandung, Kompas - Memasuki masa liburan sekolah tahun ini, permintaan terhadap mobil rental di Bandung meningkat 30 persen. Sebagian besar konsumennya adalah warga Jakarta yang berlibur di Bandung, atau warga Bandung yang melakukan perjalanan satu hari di Jakarta.

Menurut Lulu Umiatun, Petugas Pelayanan Pelanggan Cipaganti Rental Mobil, pemesanan sewa mobil meningkat sejak Mei lalu, terutama untuk penggunaan mulai Juni hingga pertengahan Juli.

"Banyak sekali permintaan rental mobil pada liburan sekolah ini. Hari ini (Minggu), semua mobil terpakai," ujar Lulu, Minggu (2/7). Kondisi yang sama juga dialami ABC Rental Mobil di Jalan Cihampelas. Menurut Titin, petugas kasir, hanya tersisa dua mobil dari 43 armada Kijang. Meskipun tidak seramai tahun 2005, terjadi peningkatan permintaan sewa mobil sekitar 35 persen. Namun, hanya 40 persen di antaranya yang digunakan wisatawan yang datang ke Bandung.

Tujuan terbanyak, kata Lulu, adalah factory outlet, kafe, pusat- pusat perbelanjaan, dan restoran. Keluarga yang berwisata ke luar Kota Bandung biasanya menyewa mobil selama 18 jam, dengan tujuan Lembang, Ciater, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran. Adapun warga Bandung yang berlibur ke Jakarta, tujuannya Ancol, Dunia Fantasi, dan Pekan Raya Jakarta.

Sejumlah rental memberikan diskon bagi para pelanggannya, termasuk paket yang meringankan beban sewa konsumen. ABC Rental Mobil, kata Titin, menetapkan tarif penyewaan mobil selama lima jam, termasuk sopir dan bensin sebesar Rp 200.000, padahal pada hari-hari biasa Rp 250.000.

Cipaganti Rental Mobil memberikan tarif paket untuk antar-jemput ke Pangandaran, Rp 1,5 juta. Biaya itu termasuk bensin, sopir, dan lain- lainnya. Bila pelanggan menyewa harian, dikenai tarif Rp 500.000 per hari, belum termasuk bensin dan sopir. Perhitungan tarif dipengaruhi jarak, lama sewa, serta tujuan.

Titin menjelaskan, banyak keluarga atau instansi yang menjadi pelanggan tetap menyewa mobil untuk keperluan operasional. Tarifnya Rp 2 juta per minggu (12 jam pakai per hari), serta Rp 5 juta per bulan (24 jam pakai per hari).

Pos ke pos

Tidak hanya rental mobil yang diminati wisatawan, bisnis transportasi Bandung-Jakarta dan sebaliknya juga diminati. Namun, ada pergeseran pelayanan. Jika sebelumnya menggunakan sistem dari rumah ke rumah, kini sistem pengantaran dari pos ke pos lebih diminati, karena ketepatan waktu.

Manajer X-Trans Kota Bandung Cecep Syaefulloh mengatakan, sistem pos ke pos akan lebih diminati sejak pertama membuka usaha, sehingga bisnisnya berkembang dari hanya enam unit mobil kini menjadi 55 unit. Penumpang sering mengeluhkan sistem pengantaran dari rumah ke rumah, karena waktu tersita di jalan.

Supervisor Cipaganti Travel Cabang Kota Bandung Ghifar Bahrany mengatakan, penumpang memilih sistem pos ke pos karena kemacetan di Jakarta yang sudah parah. "Akses Tol Purbaleunyi membantu banyak," kata Ghifar.

Ghifar mengakui tarif bus eksekutif lebih murah dari jasa perjalanan. Namun, kondisi terminal, terutama calo dan sampah, membuat penumpang tidak nyaman.

Anzilni Fathia, penumpang jasa transportasi, mengatakan, sistem pos ke pos lebih nyaman karena menghemat waktu. "Kalau dari rumah ke rumah, lama sekali harus cari-cari alamat dahulu. Pos ke pos lebih efektif untuk sampai ke tujuan," katanya. (tht/bay)

Sumber : Kompas, Senin 3 Juli 2006